Polis Asuransi (Pengertian, Fungsi & Jenisnya)

Pengertian Polis Asuransi

https://bincangfinansial.com – Polis asuransi merupakan salah satu bukti perjanjian tertulis yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan asuransi dengan pihak nasabah sebagai pengguna layanan asuransi, yang isinya menjelaskan semua hak dan kewajiban antara kedua belah pihak . Isi dari ringkasan polis kurang lebihnya berisi meliputi nama tertanggung / peserta , bisa juga pemegang polis yang ditunjuk sebagai ahli waris atau yang mewakili. Penjelasanya berkaitan dengan manfaat pertanggungan serta tambahan manfaat lainya jika ada.

Dengan adanya polis asuransi ini, kedua belah pihak yang melakukan perjanjian asuransi ini akan terikat dan masing masing pihak memiliki tanggung jawab sebagai mana kesepakatan yang di tetapkan dari awal. Polis asuransi sangatlah penting di dalam layanan asuransi karena polis yang bertugas untuk melindungi semua hak dan kewajiban nasabah dan pihak perusahaan asuransi.

Fungsi Polis Asuransi

Mengenai pentingnya sebuah polis asuransi, sudah sebaiknya jika anda untuk memahami isi keseluruhan dari polis asuransi yang dimiliki. Sebab , hal ini akan menghindarkan diri anda dari kerugian yang bisa sja muncul di hari kemudian yang disebabkan akibat kurangnya pemahaman anda terhadap isi yang tertulis didalam perjanjian polis asuransi yang digunakan.Polis asuransi mempunyai fungsi masing masing, Yaitu :

– Fungsi polis asuransi bagi nasabah pengguna asuransi / pihak tertanggung :

a. Sebagai alat bukti tertulis atas jaminan penanggungan atas semua risiko dan penggantian kerugian yangbisa mungkin terjadi pada pihak tertanggung, yang mana kerugian tersebut telah tertulis di dalam polis.

b. Sebagai bukti pembayaran premi yang diberikan kepada pihak perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung.

c. Sebagai bahan bukti paling otentik untuk menuntut pihak penanggung, jika sewaktu-waktu terjadi kelalaian atau tidak memenuhi atas jaminan yang menjadi tanggungannya

Baca Juga  Inilah, Jenis- Jenis Asuransi di Indonesia Yuk, Simak Penjelasanya
– Fungsi polis asuransi bagi perusahaan asuransi / pihak penanggung:

a. Sebagai alat bukti atas tanda terima premi asuransi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung.

b. Sebagai bahan bukti tertulis atas jaminan yang diberikannya kepada pihak tertanggung untuk mengganti ganti rugi yang mungkin dialami oleh tertanggung.

c. Sebagai bahan bukti untuk menolak tuntutan ganti rugi atau proses klaim yang diajukan oleh pihak tertanggung, ketika penyebab kerugian tersebut tidak memenuhi dari syarat polis yang dimiliki.

Jenis-jenis Polis Asuransi

Polis asuransi terdiri dari beberapa jenis dengan menyesuaikan pada jenis-jenis asuransi, yaitu:

1. Polis asuransi mobil

Dalam isi perjanjian polis asuransi mobil ini, perusahaan asuransi mobil dengan posisi yang bertugas sebagai penanggung yang akan menanggung semua kerugian yang terjadi terhadap kendaraan milik pihak tertanggung.

2. Polis asuransi perjalanan

Perjanjian di polis asuransi perjalanan ini melakukan pertanggungan ssemua risiko tertanggung oleh perusahaan selama masih berada dalam perjalanan.Masa waktu dari ansuransi ini tidak berdasarkan waktu tertentu, tetapi dengan berdasarkan waktu lamanya nasabah dalam melakukan perjalanan. Maka, nasabah akan dilindungi dari proses berangkat sampai proses pulang dari perjalanan tersebut.

3. Polis asuransi kesehatan

Di dalam kontrak ini yang berisi jaminan pihak perusahaan untuk menanggung semua biaya perawatan medis tertanggung jika mengalami sakit atau kecelakaan. Ada dua tipe yang akan ditanggung dalam asuransi kesehatan ini meliputi biaya rawat inap sampai rawat jalan.

4. Polis asuransi jiwa

Polis asuransi jiwa ini berisi mengenai produk proteksi terhadap jiwa. Dalam asuransi jenis ini, perusahaan akan mengukur semua nilai jiwa suatu nasabahnya dengan nominal uang pertanggungan yang akan diberikan kepada nasabah. Lalu uang pertaggungan asuransi jiwa ini bisa diberikan kepada ahli waris, apabila nasabah meninggal dunia, dalam hal ini penting, dokumen inilah yang digunakan untuk menjadi syarat ahli waris untuk mengeklaim kasus ini.

Baca Juga  Rekomendasi Perusahaan Asuransi Terbaik di Indonesia
5. Polis asuransi rumah

Dokumen ini mengatur bagaimana asuransi menanggung semua risiko kerugian apabila tempat tinggal tertanggung beserta isinya mengalami kerusakan ataupun musibah lainya.

6. Polis ditaksir

Perjanjian pertanggungan mempunyai risiko dengan jumlah nominal yang sudah ditaksir sebelumnya.

7. Polis tidak ditaksir

Dalam perjanjian ini, jumlah nilai pertanggungan yang tertera didalam polis hanya bisa digunakan hanya sebagai batas maksimal atau satuan tersendiri dalam menentukan jumlah nominal klaim yang akan diberikan nantinya.

8. Polis risiko perang

Dokumen ini berlaku untuk menjamin risiko tertanggung yang berada di wilayah perang.

9. Polis veem

Perjanjian yang berisikan mengenai asuransi yang nantinya bakal menanggung risiko kerusakan/kehilangan barang milik tertanggung yang disimpan.

Originally posted 2022-02-17 08:43:48.

About admin

Check Also

Perbedaan Tabungan Dan Asuransi

Bincang Finansial — Banyak orang yang keliru akan makna dari tabungan dan asuransi, ada beberapa …